How does it feel?
To be on your own
With no direction home
Like a complete unknown
Like a rolling stone?
(“Like a Rolling Stone” - Bob Dylan)

Seminggu kemarin saya mulai sulit menemukan waktu untuk menulis di blog ini. Pekerjaan di kantor dan di apartment sedang banyak dalam waktu yang bersamaan. Terima kasih kepada Bob Dylan, yang banyak menulis lirik tentang kelas pekerja, saya mendapat inspirasi menulis blog. Selain karena ia berulang tahun ke-71; bulan ini, tahun lalu saya sedang menonton konsernya. Waktu setahun memang cepat bergulir, dan sering kali, keberadaan kita selanjutnya tidak terduga. Sampai sekarang saja saya masih suka merasa aneh, “Kok, bisa sih sampai kerja di sini?’
Kali ini saya akan bercerita soal pekerjaan saya di VOA karena saya yakin, ada calon fellow yang penasaran. Sulit memang mendapatkan informasi itu, meskipun, pada dasarnya kamu pasti tahu kerjaan jurnalis sehari-hari. Saya pun, baru mendapatkan informasi lebih lengkapnya setelah bertanya-tanya ke fellow sebelumnya, tidak hanya via Facebook dan email, tetapi juga ketemu langsung.
Kuncinya, harus banyak tanya. Kenapa? Karena Amerika itu jaraknya setengah bola dunia dari Indonesia. Kalau kamu tidak menemukan banyak informasi, tidak banyak tanya dan sebenarnya tidak yakin, tidak mungkin naik travel Rp 45.000 semacam Jakarta-Bandung PP untuk pulang kampung, kan?
Di minggu keempat ini, saya masih berfokus dengan pekerjaan di lingkup radio, karena background saya yang memang dari radio. Untuk lingkup TV, mungkin kamu bisa baca blog teman saya, Retno. Tetapi nantinya saya akan dikaryakan juga oleh tim TV. Minggu depan saya akan mulai belajar.
Di VOA banyak sekali sumber berita yang bisa digunakan dan dijadikan perbandingan. It’s a good place to be if you are a news junkie. Ketika berita sudah dipilih, tugas saya untuk menterjemahkan, merekam suara, mengedit audio, mengirim paket laporan dan siaran langsung ke lebih dari 200 afiliasi radio di Indonesia. Topik-topik yang biasa saya garap: bisnis dan ekonomi, politik, serta sains. Semua dikerjakan sendiri.
Tiap orang di VOA memang punya tanggung jawab topik masing-masing dan pengerjaan dari awal sampai akhir untuk tiap berita harus diselesaikan sendiri. Jam kerja memang cukup panjang, karena untuk berita radio, saya harus menyesuaikan dengan jam siaran di Indonesia yang berbeda 11 jam. Tapi, tidak jadi masalah, karena itu semua terbayar dengan wawasan teknis, dan wawasan dunia yang bertambah.
Supaya ada sedikit gambaran, inilah berita-berita yang saya susun kemarin sebelum siaran dari studio VOA:
Sains mengenai pemetaan sumber air di Afrika Utara oleh peneliti Inggris;
Politik kelompok-kelompok luar pada pemilihan presiden Amerika 2012;
Saham di Amerika, Eropa, dan Asia, nilai tukar mata uang dan beberapa harga komoditas;
Kondisi politik dan ekonomi Eropa, khususnya di Yunani;
Perkembangan saham Facebook pasca-IPO; dan
Kisah perempuan yang bekerja di tambang minyak
Begitulah hari ini. Saya akan cerita lebih banyak lagi tentang kerjaan saya lain kali karena sekarang sudah pukul 10 pagi waktu DC. Saatnya saya mulai memantau apa yang terjadi di dunia. Have a good day and take it easy, okay!
Love,
Mars
sryadi@voanews.com
@Marsuryawinata