
Orang Amerika individualitis. Itulah bayangan saya dan Retno sebelum datang ke Amerika. Tapi, pada kenyataannya, kami menemukan banyak sekali kegiatan kelompok dan komunitas.
Apa pun yang kamu minati, pasti kamu bisa menemukan kelompok dengan minat yang sama. Dari awal kepindahan saya kesini, saya suka mencari kegiatan yang bermanfaat dan seringkali, kegiatan yang ditawarkan itu gratis!
Seperti apa saja acara gratis di sini? Beberapa yang saya datangi baru-baru ini adalah konser Memorial Day di pelataran Gedung DPR AS alias Capitol Hill, dan acara pemutaran film “The Lady,” yang menceritakan kisah Aung San Suu Kyi. Saya pengagum Suu Kyi jadi senang sekali ada kegiatan ini. Selain pemutarannya diadakan di sebuah teater yang sangat apik di Navy War Memorial ada acara diskusinya pula mengenai keberlanjutan demokratisasi di Burma.
Pembicaranya adalah seorang dari Foreign Policy Initiative dan seorang jurnalis dari VOA, bernama Win Min. Ternyata kolega saya dari Siaran Bahasa Burma. Ia adalah mantan aktivis saat junta militer di Burma berkuasa dan seorang lulusan Harvard. Saya jadi berpikir, sepertinya VOA menyimpan banyak sekali orang-orang yang menarik.
Mendapatkan “ilmu” gratis yang sesuai dengan minatmu juga sangat mudah. Bergabung saja dengan sebanyak-banyaknya mailing list organisasi. Selain mengirimkan newsletter, mereka juga mengirim undangan kegiatan. Sejauh ini, saya sudah langganan menerima informasi dari toko buku Politics & Prose; di mana sering diadakan peluncuran buku dan diskusi. VolunteerMatch untuk kegiatan sukarela bidang apapun, World Affairs DC untuk kegiatan yang berhubungan dengan kebijakan dan hubungan internasional, dan Meetup di mana kamu bisa bergabung dengan komunitas apapun dan bertemu dengan teman-teman baru dan belajar sesuatu yang baru. Misalkan kamu penggemar bahasa dan kebudayaan, kamu bisa menemukan komunitas, dari bahasa Spanyol sampai bahasa Islenska (bahasa di Eslandia). Tidak sebatas komunitas bahasa, ada juga ribuan komunitas lain yang ajaib.
Sementara banyak pertanyaan di kepala kita berdua, saya dan Retno terus mencari jawabannya sambil tetap melakukan sesuatu yang seru. Sesuatu yang kami akan segera coba adalah kelas olah raga Yala dan yoga gratis di tepi sungai. Menarik, kan?
Love,
Mars
sryadi@voanews.com
@Marsuryawinata