And the stars we plucked from New York skies
We placed them all in front of us and laughed
What a trip
The Raveonettes - New York Was Great

Seperti janji saya melanjutkan cerita seminggu di New York, setelah tiga hari pontang-panting meliput berbagai acara, kali ini saatnya empat hari jalan-jalan. Saya memutuskan untuk memperpanjang waktu saya di NY sekalian reuni dengan dua orang sahabat saya. Kami berteman sejak SD, tapi jarang sekali berada di satu benua. Kebetulan kami bertiga sama-sama sedang berada di NY, kenapa tidak melakukan kegiatan a la New Yorker?

Global Citizen Festival
Senang sekali ketika saya ditugaskan meliput di NY. Pasalnya, satu bulan sebelumnya saya dapat tiket gratis konser amal di Central Park, yaitu Global Citizen Festival. Festival ini memang dibuat bertepatan dengan Sidang Umum PBB, supaya menarik perhatian dan dukungan para pemimpin dunia yang sedang berkumpul di NY. Mengapa? karena festival ini bertujuan menggalang dana untuk mengakhiri pemiskinan. How lucky I am. My first concert in New York City is at Central Park and it’s for a good cause. Hari itu saya bergabung dengan 60.000 orang lainnya menyaksikan Band of Horses, The Black Keys, Foo Fighters dan musisi legendaris, Neil Young. Mereka adalah nama-nama yang tertulis di poster. Tapi ternyata, ada surprise guest yaitu John Legend yang membawakan lagu ‘Imagine’ milik John Lennon. Bayangkan 60.000 orang nyanyi bersama. Merinding!
Tidak hanya penampilan musik, tapi juga pidato ajakan untuk mengakhiri pemiskinan dari berbagai tokoh. Siapa yang sangka saya akhirnya melihat dan mendengarkan Muhammad Yunus dan Prof. Jeffrey Sachs secara langsung (bagi yang tidak kenal kedua nama itu, silakan google). Ternyata leaderstruck yang saya alami ketika tiga hari pertama liputan masih berlanjut.
Central Park
Sebelum menghadiri Global Citizen Festival, saya sempat berjalan-jalan di Central Park. Taman yang luasnya 843 hektar ini menyimpan banyak tempat menarik selain dua tempat yang saya datangi; yaitu Strawberry Fields dan patung Alice in Wonderland. Strawberry Fields diresmikan tahun 1985 atas inisiatif Wali Kota New York saat itu,dan istri Lennon, Yoko Ono. Lokasinya terletak di Central Park West, di seberang apartemen Dakota, tempat Lennon tinggal selama beberapa tahun sebelum ia ditembak di tempat yang sama. Sampai sekarang, masih banyak pengunjung yang datang untuk sekedar meleakkan karangan bunga dan memorabilia lainnya. Senang sekali akhirnya kesampaian datang kesana dan ke tempat di mana patung Alice in Wonderland didirikan. Tempat kedua itu saya datangi karena Alice in Wonderland adalah film Disney favorit saya.
Meet Packing District
Hari-hari terakhir di NY saya habiskan dengan jalan jalan ke Meet Packing District. Daerah ini bukan tempat pemotongan hewan ternak, tetapi merupakan salah satu tempat paling ‘hip’ di NY. Karena banyak restoran berkonsep urban, dan pasar kaget yang isinya produk fashion karya desainer lokal dan The High Line, yaitu rel kereta tua yang diubah menjadi taman linear yang sangat indah. Tadinya, pemerintah kota NY mau menggusur jalur kereta yang sudah tidak berfungsi itu, tapi seorang arsitek lanskap dan beberapa seniman ingin mengubah rel itu menjadi ruang publik, dan Walikota NY menyetujuinya. Andai saja pemkot Jakarta seprogresif NY, pasti lebih banyak area tua yang direstorasi dan dialih fungsikan menjadi tempat yang bisa diberdayakan oleh masyarakat. As a Jakartan, I remain hopeful. Karena sepertinya Gubernur Jakarta yang baru lebih meladeni masyarakat dan lebih progresif daripada yang lalu. Semoga saja.
A New York Thing to Do
Tidak mungkin linglung tidak tau mau melakukan apa di NY. Selalu saja ada yang bisa dilakukan. Contohnya, setiap Jumat sore, kita bisa gratis masuk ke Museum of Modern Art. Akhirnya kesampaian juga ke museum ini dan lihat berbagai masterpiece, mulai dari karya Salvador Dali dan Frida Kahlo sampai Andy Warhol dan Jackson Pollock.

Di NY juga banyak sekali studio televisi yang menayangkan acara-acara populer. Untuk masuk dan menjadi bagian dari penonton, biasanya gratis, asal mendaftarkan diri secara online. Jadi, tidak lewat makelar dan ketika kamu menjadi penonton, tenang saja, kamu tidak perlu joget mengikuti aba-aba dan koreografi yang seragam seperti acara hiburan di Indonesia. Ketika di NY, saya beruntung dapat tiket untuk menjadi bagian dari acara produksi CBS, yaitu Anderson Live. Sengaja saya memilih program ini, karena host acaranya adalah Anderson Cooper, pembawa berita CNN. Pengalaman yang menarik! apalagi ketika pulang dapat goodie bag berisi kamus bahasa Inggris terbaru dan voucher spa. Ketika saya menjadi penonton, co-host acara adalah Sara Ramirez, pemeran Dr. Callie Torez di serial Grey’s Anatomy dan bintang tamunya adalah Cynthia Nixon yang pernah berperan sebagai Miranda Hobbes dalam salah satu serial yang ‘sangat New York’ menurut saya; yaitu Sex and the City.

Bicara soal Sex and the City, saya dan kedua sahabat yang saya sebut diawal sempat mengikuti serial ini, jadi kami menyempatkan diri ke Bleecker street, tempat di mana Magnolia Bakery berada. Toko kue ini terkenal karena pernah masuk di Sex and the City, ceritanya adalah toko kue favorit Miranda Hobbes dan Carrie Bradshaw. Dan ternyata setelah saya coba banana pudding dan butter pecan cheese cake-nya, tidak heran Magnolia Bakery selalu ramai dikunjungi.
Brooklyn
Ceritanya, saya ingin datang ke Downtown Brooklyn Art Festival. Tapi sampai lokasi, acara sudah selesai dan saya hanya sempat makan pizza paling besar dan paling murah yang pernah saya makan. Kira-kira lebarnya dua jengkal dan panjangnya tiga jengkal, tapi harganya hanya 1 dolar.
Saya telat sampai di acara, karena terlalu senang melintasi salah satu jembatan paling indah di dunia; yaitu Brooklyn Brige yang menghubung Manhattan dengan Brooklyn. Jembatan ini panjang sekali dan bisa dilewati pejalan kaki. Saya sengaja tidak cepat- cepat ke Brooklyn naik subway, karena ingin menikmati suasana matahari terbenam di jembatan itu. You don’t see that kind of view every day. It was breathtaking.
Yes, NY was breathtaking. karena saya selalu terengah-engah jalan kaki jarak jauh dan naik-turun tangga kereta bawah tanah. hehe. NY tidak cukup ditelusuri dalam seminggu. Untung jarak DC-NY tidak jauh, hanya tiga setengah jam perjalanan dengan bus dan biasanya harga tiket bus ke NY hanya berkisar 15-30 dolar. Bahkan kalau beruntung, ada yang hanya 1 dolar.
Salah satu kunci supaya beruntung, adalah mau mencoba. Jadi sekalian di tulisan ini saya mau mengingatkan, sudah isi dan kirim formulir PPIA-VOA broadcasting fellowship belum?
Love,
Mars
sryadi@voanews.com
@Marsuryawinata
PS: Blog ini ditulis sebelum Super Badai Sandy yang melanda Kota New York dan pesisir pantai New Jersey.