Warna merah adalah warna “it” saya. Maksudnya? Maksudnya, warna merah adalah warna yang menurut saya membuat saya terlihat lebih menarik (self-proclaimed) tetapi tidak menjadi warna favorit saya. Sepatu saya mayoritas berwarna merah. Lipstik yang saya punya mayoritas berwarna merah. Dan akhir-akhir ini Anda tahu saya terobsesi dengan apa? Dengan daun-daun pepohonan yang berwarna merah.

Perubahan warna merah pada daun ini merupakan penanda masuknya musim gugur. Ini adalah fenomena alam, yang tidak bisa saya temukan di Indonesia. Perubahan warna daun ini disebut foliage. Mengapa bisa berubah? Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan warna daun pada musim gugur yaitu pigmen daun, panjangnya malam hari, dan cuaca. Namun pengaruh cuaca, curah hujan, suplai makanan tidak sebesar pengaruh panjangnya malam terhadap perubahan warna tersebut. Saat siang hari lebih pendek, dan malam hari lebih panjang serta lebih dingin, proses bio kimia pada daun dimulai. 

Pigmen

Ada beberapa jenis pigmen yang mempengaruhi warna daun. Pertama, klorfil, yang memberi warna dasar hijau. Klorofil seperti yang kita pelajari semenjak sekolah dasar, sangat penting bagi proses fotosintesis. Kedua, karotin, yang memproduksi warna kuning, oranye, dan coklat seperti halnya pada tanaman jagung, wortel, dan pisang. Antosianin, yang memberikan warna merah seperti pada cranberriy, apel, anggur merah, bluberry, cherry, strrawberry, serta plum. 

Klorifil dan karotin terdapat dalam sel daun saat musim tumbuh. Sedangkan antosianin diproduksi saat musim gugur, yang menyebabkan perubahan warna daun menjadi terang. Saat malam hari menjadi lebih pendek, produksi klorofil menurun dan kemudian berhenti karena pigmen ini akhirnya mati. Selanjutnya, karotin dan antosianin akan berproses dan menghasilkan perubahan warna daun menjadi kuning, orannye, coklat, dan merah. 

Apakah semua daun akan berubah menjadi warna tertentu? Awalnya saya pikir demikian. Tetapi ternyata setiap spesies tumbuhan mempunyai karakteristik warna tersendiri. Beberapa jenis pohon, daunnya berubah warna menjadi merah kemudian menjadi coklat. Beberapa lainnya menjadi kuning, oranye atau warna emas sebelum menjadi warna coklat. Setelah berwarna coklat, tentu daun-daun ini akan gugur.

Mengapa gugur?

Karena pendeknya siang hari dan penurunan intensitas sinar matahari di musim gugur, daun mulai melakukan proses pengguguran. Pembulih vena yang membawa cairan keluar dan masuk di daun menutup. Penutupan pembuluh ini membuat gula dalam daun terperangkap dan mendorong produksi antosianin. Saat proses ini selesai, daun akhirnya gugur. 

Begitulah penjelasan mengapa daun-daun ini menjadi sangat cantik saat musim gugur. 

Shenandoah

Begitu sampai di Washington, orang-orang sudah memberi tahu saya dan Marsha, apa-apa saja yang layak di saksikan di sekitaran Washington, DC. Salah satunya adalah melihat fenomena foliage ini di lembah yang bernama Shenandoah, di negara bagian Virginia. 

Musim gugur pun akhirnya tiba. Saya sudah merengek kepada teman-teman di kantor untuk dibawa ke Shenandoah. Kemudian, karena obsesi saya akan warna daun merah, Cak Supri dan Mba Rinni dari VOA bersedia mengantarkan saya dan Marsha ke Shenandoah.

Perlu waktu sekitar satu jam untuk sampai ke pintu masuk Shenandoah, dari Washington, DC. Kami pun mampir ke pemberhentian untuk membeli sarapan dan beberapa makanan. 

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan selama 15 menit dan berhenti di tempat pemberhentian pertama. Di sini kami bertemu dengan orang-orang Indonesia yang merupakan anggota band dangdut Cak Supri dan Mbak Rinni. Mereka berencana untuk membuat video klip di sana.

Saya dan Marsha juga bertemu dengan beberapa teman dari VOA, dari service Vietnam, Kamboja, dan Burma. Namun kami tidak pergi bersama-sama karena mereka sudah lebih dulu sampai di Shenandoah.

Setelah semua orang Indonesia berkumpul, kami pun melanjutkan perjalanan menuju spot paling bagus di Shenandoah untuk melihat warna-warni dauh yakni di Skyland. Butuh waktu 2 jam untuk sampai ke sana. 

Di sepanjang perjalanan, saya sudah disuguhi warna daun yang mayoritas berwarna kuning dan sesekali diselingi warna orannye serta merah. Saya curiga bahwa kami datang saat belum peak warnanya. Warna merah yang saya cari, masih jarang terlihat. Saya agak kecewa saat melihat pepohonan di kanan kiri saya tidak berwarna merah seperti di foto-foto websitenya.

“Tidak semua daun berubah warna merah,” katak Cak Supri. Dia memang benar, tapi kecurigaan saya bahwa kami datang terlalu cepat ke Shenandoah juga benar. Namun saya masih menaruh harapan, di Skyline, warna daun-daunnya akan berbeda.

Memang, semakin kami menuju ke atas ke arah Skyland, warna dauh semakin memerah. Kami pun akhirnya berhenti di sebuah tempat dan menghabiskan waktu sambil berfoto-foto di sana. Rasa kecewa saya karena lebih banyak melihat daun berwarna kuning pun lumayan terobati dengan hasil foto-foto yang memperlihatkan indahnya warna di musim gugur. 

Sampai saya menulis tulisan ini, saya masih berteriak dan berdecak kagum saat melihat pohon yang daunnya berwarna merah semua. Ah, indahnya warna dunia!

Cheers,

Retno Lestari

rlestari@voanews.com
@retno_lestari