Setiap tahunnya, VOA mengundang jurnalis muda Indonesia untuk menggali pengalaman selama setahun di Washington, D.C., Amerika Serikat, sebagai penerima fellowship PPIA-VOA untuk periode 2014-2015.

Ikuti perjalanan Yurgen Alifia sebagai wartawan VOA di AS di blog ini. Selamat membaca!

Membeku di Kota Bangkrut

Mungkin tak banyak yang tertarik untuk menghabiskan saat-saat terindah akhir tahun di Detroit, sebuah kota bangkrut di negara bagian Michigan. Kriminalitas merajalela di kota yang beberapa dekade lalu sempat mengecap kejayaannya sebagai jantung industri otomotif Amerika ini.

Namun, ketika dua orang sahabat menunggu di sana, tak ada alasan untuk menolak. Tak ada alasan untuk mengabaikan godaan melihat bekas-bekas kegemilangan Detroit, berkelana ke kota-kota kecil di sekelilingnya, merasakan Natal putih dengan salju yang terus jatuh menghujani bumi dan mengabadikan semuanya dengan kamera smartphone.

DI BAWAH TITIK BEKU

Saya baru menyadari bahwa tidak semua daerah, bersalju, saat musim dingin di Amerika. Hanya beberapa negara bagian, terutama yang terletak di utara dan daerah-daerah pegunungan, yang selalu bersalju.

Washington, D.C. yang berlokasi di timur laut Amerika saja, lumayan jarang tertimbun serpihan-serpihan putih ini. Namun, berbeda dengan Detroit. Berbatasan dengan Kanada, dingin yang membekukan adalah santapan keseharian warganya. Di kota inilah, saya merasakan suhu terdingin seumur hidup. Jauh di bawah 0 derajat Celcius. 

image

Berlapis-lapis. Berganti musim berarti berganti cara berpakaian. Satu lapis, dua lapis, tiga lapis, berlapis-lapis. Ini maksimal yang rela saya gunakan. Jika masih kurang hangat, nikmati saja.

image

Welcome to Detroit. Sejak tahun 1980-an, Detroit Metro Airport adalah salah satu bandara transit internasional tersibuk di dunia. Tiga puluh juta penumpang dilayaninya setiap tahun. Berbagai kemudahan disediakan ; mulai dari arahan dwi-bahasa, hingga kereta listrik dalam terminal yang beroperasi tepat di atas ruang tunggu. Maklum, panjang sebuah terminal mencapai hampir 2 km.

image

-15 derajat Celcius. Jika berlama-lama di udara terbuka dengan suhu -15 derajat, cuping telinga dan ujung-ujung jari bisa kesakitan dan mati rasa. Wajah tanpa sadar langsung mengkerut karena ujung-ujung syaraf terkejut. Tidak terbayang bagaimana rasanya dikepung suhu terendah yang pernah terjadi di Detroit, tahun 1984 silam, yaitu -31 derajat Celcius.

image

image

Hanya Indah di Mata. Orang Amerika ternyata masih terkesima melihat turunnya salju. Semakin lebat dan tebal, semakin dramatis-lah suasana. Namun setelahnya, ketika buntelan-buntelan putih itu menumpuk, membeku dan harus dikeruk, hidup menjadi tak seindah kelihatannya.

image

Hibernasi? Tidak. Di saat dingin, ketika manusia lebih memilih untuk menghangatkan diri di dalam rumah, tupai abu-abu ternyata meninggalkan sarang dan menjalin jaket-jaket penghangat tubuh, dari tumpukan lemak makanan.

imageimage

Memetik Hasil. Sekitar 96.000 (2.2%) warga Detroit adalah keturunan Yahudi. Sebagian besar dari mereka berimigrasi ke Amerika pada awal abad 20 dan kemudian menjadi bagian penting dari era otomotif maju Detroit saat itu. Dengan kerja keras, tidak mengagetkan jika banyak rumah mereka dan keturunannya di pinggiran Kota Detroit yang bagus-bagus, dan tentunya hangat.

WHITE CHRISTMAS

Natal putih bergelimang salju adalah impian semua orang, termasuk bagi yang tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia. Indah melihat butir-butir kristal es itu melayang-layang tertiup angin, jatuh di pekarangan rumah yang penuh kerlap-kerlip hiasan Natal. Sangat menghangatkan hati.

imageimage

Warm Winter-Night. Meskipun saya tidak merayakan Natal secara relijius, saya bahagia melihat kebahagiaan itu terpancar dari tuan rumah, dari sahabat saya di Detroit, pak Haryono dan bu Indah. Saya merayakan kehangatan, merayakan kebahagiaan mereka.

imageimageimage

Berdaun salju. Hari itu kami berkendara ke utara, menuju kota kecil bernama Frankenmuth. Kanan-kiri semuanya putih. Pohon-pohon berdaun salju. Tak bisa berbicara, mereka terlihat merana, namun seakan memaksa diri untuk tegap dan berkata, “Jangan mengeluh, tak mampu mengeluh menerjang dingin.”

imageimage

Deer Whisperer. Frankenmuth adalah Little Bavaria dan kota Natal-nya Michigan. Selain banyak bangunan bercorak Jerman, trotoar dan taman juga dipenuhi berbagai patung bernuansa Natal, seperti rusa-rusa yang terlihat sangat hidup ini.

image

image

image

Inside-Out. Tidak ada yang dapat menolak keindahannya. Keindahan yang memedihkan, ketika lemari es jauh lebih hangat dibandingkan pekarangan. Namun, di bawah masing-masing tudung atap rumah ini, sebuah keluarga sedang berkumpul, bercanda, makan siang bersama, menghangatkan hari dengan unggun yang muncul dari tawa renyah belahan jiwa.

DARI AVATAR HINGGA KENNEDY

Awalnya saya mengira The Henry Ford Museum adalah sebuah museum otomotif, karena di Detroit-lah Ford pada awal abad ke-20 membangun kerajaan industri mobil, yang terjangkau bagi masyarakat kelas menengah Amerika. Saya tidak sepenuhnya salah. Namun, yang ada di museum ini jauh lebih beragam daripada itu.

image

Menjadi Na’vi. Ingin tahu rasanya menjadi Na’vi di film Avatar? Museum ini menyediakan sebuah virtual set bewarna merah sebagai representasi dunia Pandora, yang memiliki sensor untuk menangkap gerakan manusia. Di layar, gerakan aktor di set akan digantikan oleh Avatar-nya secara real-time. Inilah rekaman Aksi Avatar saya!

imageimage

Hitam-Putih. Di negara semaju Amerika, demokrasi sejati, pengakuan manusia sebagai manusia sebenarnya tanpa melihat warna kulit, ternyata baru terjadi pada pertengahan tahun ‘60an.

Sebelumnya, orang kulit hitam didiskriminasi ; di restoran, tempat minum, kendaraan umum dan lain sebagainya. Di dalam bus hijau-kuning di ataslah, Rosa Parks pada tahun 1955 melakukan aksi yang saat itu dinilai kontroversial, menolak memberikan tempat duduknya di deretan bangku kulit hitam, kepada seorang penumpang kulit putih yang tidak kebagian tempat duduk.

image

Pencetak Rekor. Mobil berbagai zaman dipamerkan di museum yang berdiri sejak tahun 1929 ini. Tidak ketinggalan Goldenrod, pemegang rekor mobil tercepat tahun 1965 hingga 1991. Kecepatan maksimumnya mencapai 658.64 km/jam.

image

Saksi Kennedy. Setengah abad yang lalu, Amerika berkabung ketika Presiden John F. Kennedy tewas ditembak saat iring-iringan mobil kepresidenan melintas di jalanan Dallas, Texas. Mengagetkan mengetahui mobil yang menjadi saksi penting sejarah itu, ternyata tidak memiliki satu-pun lapisan anti-peluru ketika dikendarai sang presiden. Lebih mengejutkan lagi, meskipun menjadi tempat terbunuhnya Kennedy, limousine ini ternyata tetap digunakan tiga presiden setelahnya ; Lyndon Johnson, Nixon dan Ford. Namun, tentunya setelah beberapa penyempurnaan, seperti penambahan kaca dan ban anti-peluru serta atap permanen yang tidak bisa dibuka.

DI KOTA BANGKRUT

“Apalah yang bisa dilihat di Detroit. Sudah bangkrut, pasti gak menarik.” Itulah beberapa komentar teman yang tahu saya akan berkunjung ke Detroit.  Namun, fakta itulah yang menjadi magnet bagi saya untuk mendatangi kota ini. Melihat bagaimana kota yang dulunya adalah salah satu jantung ekonomi, industri dan lambang metropolis Amerika, hancur dan kehilangan hampir segalanya. Dan tidak ada tempat yang lebih tepat menikmati pengalaman ini, selain di Downtown Detroit.

image

The Renaissance Center. Saya pertama kali mengenalnya sebagai gedung “baterai” dalam film 8 Mile. Gedung paling tengah dari kumpulan 7 pencakar langit yang sambung-menyambung ini, sejak tahun 1977 adalah bangunan tertinggi di Michigan. Tingginya 230 meter, hampir seperempat kilometer.

image

Fisher Building. Bergaya Art-Deco dengan batu gamping, granit dan pualam yang menjadi rangka dan daging tubuhnya, Fisher Building yang dibangun pada salah satu masa terkelam ekonomi Amerika pada tahun 1930-an, adalah ikon pencakar langit yang kerap terlupakan.

 image

Bangkrut. Sejak tahun 1962 hingga 2012, pendapatan Detroit turun drastis 40%. Alhasil, Juli lalu kota ini bangkrut, tak mampu membayar hutang yang jumlahnya tak tanggung-tanggung, mencapai 20 miliar dolar.

image

Tak Mampu Bertahan. Ekonomi memburuk. Gedung-gedung ditinggalkan. Detroit telah menjadi rumah bagi lebih dari 78.000 bangunan rusak tak berpenghuni.

image

People Mover. Tidak ada cara yang lebih tepat menikmati sisa-sisa kejayaan Detroit selain dengan People Mover, kereta listrik tanpa pengemudi yang mengelilingi jantung Ibukota Michigan ini, di jalur sepanjang lebih dari 4 km. Apalagi biayanya cuma 75 sen sekali jalan.

image

Transformers : Age of Extinction. Fisiknya yang bobrok membuat sineas tergoda menjadikannya lokasi pembuatan film. Seorang penumpang People Mover mengatakan kepada saya, Transformers 4, Juli lalu syuting di sekitar gedung ini. Detroit disulap menjadi Hongkong.

image

image

Ibukota Kejahatan. Di masa kejayaannya sebagai kota utama penghasil mobil Amerika, penduduk Detroit mencapai 1.8 juta jiwa. Kini, hanya 700 ribu orang yang bersedia bertarung hidup di sini. Angka kejahatan stabil di kondisi terburuk. Forbes magazine tahun 2012 lalu menobatkan Detroit untuk kelima kalinya, sebagai kota dengan tingkat kejahatan tertinggi di Amerika.

SISA-SISA KEINDAHAN

Masih ada emas di tengah payaunya sungai. Pasti ada yang manis tersisa, betapapun buruknya suasana. Itu juga terjadi di Detroit. Nafas kerasnya menjadi daya pikat tersendiri. Apalagi kota terbesar di Michigan ini memang dulu didesain untuk menjadi primadona. Di sini saya melihat berbagai karya memukau hasil pemikiran dan buah tangan manusia, serta mendatangi salah satu instalasi seni luar ruangan yang membelalakkan mata, The Heidelberg Project.

image

Detroit Skyline. Di balik cerita kelamnya, tak dapat ditampik, hati selalu bergetar melihat goresan puncak-puncak gedung di dinginnya kaki langit Detroit.

image

Tuhan & Manusia. Di Balaikota, sebuah patung perunggu duduk megah setinggi 7 meter. Terang mentari di tangan kirinya sebagai perlambang Tuhan. Pion-pion emas di tangan kanannya sebagai perlambang manusia. Marshall Fredricks memahat The Spirit of Detroit sebagai simbol kasih Tuhan yang nyata terwakili dalam sebuah keluarga.

image

Horace E. Dodge and Son Memorial Fountain. Saat musim panas, air menghambur antara bagian cincin dan sumurnya. Instalasi seni ini adalah hadiah Anna Thompson Dodge, salah satu wanita terkaya di dunia, untuk mengenang mendiang putra dan suaminya, Horace Elgin Dodge, miliarder pemakarsa industri otomotif Amerika.

image

Mencari Kebebasan. Awal abad ke-19, Michigan telah menjadi tempat pelarian warga kulit hitam dari perbudakan di selatan. Sementara, terletak hanya di seberang sungai Detroit, Kanada pada tahun 1834 telah menghapus perbudakan. Ketika Fugitive Slave Act, peraturan untuk membawa budak yang telah kabur kembali ke selatan, disahkan tahun 1850 oleh Kongres Amerika, para mantan budak ini tidak memiliki pilihan lain. Mereka harus menyeberang ke Kanada untuk meraih kebebasan sepenuhnya. Patung Gateway to Freedom International Memorial ini mewakili kisah itu.

image

image

The Heildelberg Project. Melangkahkan kaki di sini bagai berjalan di dunia fantasi. Tak terbayangkan semuanya bermula dari kisah seorang tentara bernama Tyree Guyton, yang pulang ke kampung halamannya setelah mengabdi untuk negara pada pertengahan ‘80an.

Dia trenyuh melihat apa yang ada di hadapan mata. “Detroit bagai telah dibombardir,” rintihnya ironis. Gedung-gedung hancur menjamur, sisa dari pergolakan antara polisi dan warga kulit hitam pada tahun 1967. Pergolakan yang menewaskan lebih dari 40 orang, meluluhlantakkan ribuan bangunan dan menjadi pemantik masa suram Detroit. The Heidelberg Project adalah wujud protes Tyree.

imageimage

Absurd. Kagum melihat bagaimana Tyree melampiaskan kemarahan dan kesedihannya melalui bangunan di sepanjang jalan Heidelberg, seluas lebih dari 12 ribu meter persegi. Takjub melihatnya meledakkan kreativitas seninya untuk mewakili teriakan hati, memohon agar Detroit kembali bewarna.

image

Berbuah Manis. Usaha kerasnya berbuah manis. Karya-karya seni mantan tentara ini berhasil merubah lingkungan di sekitar jalan Heidelberg. Warga yang dulu ketakutan paska tragedi 1967, mulai berani keluar rumah, menikmati luapan imajinasi Tyree. Tak kurang dari 275 ribu pengunjung baik lokal maupun internasional, menikmati The Heidelberg Project setiap tahunnya.

image

Memudar. Namun, keceriaan yang dipancarkannya mulai redup. Satu per satu instalasi ini dibakar orang tak dikenal, menyisakan arang-arang hitam,tanpa tahu jejak pelaku. Sepanjang tahun 2013, lima bangunan penuh warna Heidelberg rusak dilalap api.

image

Baby-Barbie Christ. Namun, apapun yang terjadi saat ini, The Heidelberg Project telah menjadi bukti bahwa kekuatan kreativitas dan imajinasi, bisa menjadi lentera menuju masa depan yang lebih baik. Mengingatkan kita bahwa di tengah kebangkrutannya, di tengah dingin yang terus menerpa, Detroit dulu pernah bangkit dan pastinya bisa bangkit lagi. ()

P.S. Perjalanan dan tulisan ini tidak mungkin ada tanpa pak Haryono dan bu Indah Tandra, dosen saya dulu ketika kuliah di Bandung, yang sekarang pindah mengajar ke Detroit Metro Area. Mereka adalah guru dan sahabat, yang berada di balik sejumlah petualangan seru kami di Amerika, mulai dari Chicago hingga ke Niagara. Pengalaman di Detroit ini telah menjadi pamungkas kisah jalan-jalan kami, yang akan saya kenang selamanya.

image

Rafki Hidayat

Twitter : @RafkiHidayat

Email : rhidayat@voanews.com